Hatta seorang pekedai kain…

Pun sanggup menjadikan kedainya gedung ilmu!

Lalu dari suasana itulah, terdidiknya Malik Ram [1906–1993], seorang sarjana Urdu, Parsi dan Arab di Punjab.

Sebuah kisah kecintaan terhadap ilmu yang menebarkan bibit hikmah, bagai sungai jernih yang mengalirkan buah fikir:

The cloth stores of Mohammad Yusuf Simabi in Gujrat* was the focal point for the city’s poets and litterateurs. He used to subscribe to famous literary and political journals of the time like Nigar, Paimana, Riyasat and Narang-i-Khayal and local lovers of literature used the place as a library and a debating society. Though still a student, Malik Ram was admitted into the circle. His regular study of the literary journals and participation in the discussions as an interested observer kindled in him a real love for literature.

Malik Ram: Felicitation Volume, 1972
[Urdu Collection, Perpustakaan ISTAC]

Masih terlalu ‘sakit’ kita barangkali untuk bangkit semula, melahirkan kedai-kedai kain seperti itu – kedai kain seorang Muslim, yang melahirkan sarjana Sikh? Mungkinkah ini sebahagian sisa-sisa peradaban Islam yang pernah gemilang suatu ketika dahulu di benua India?

*Bukan Gujerat India, tetapi Gujrat Punjab.

2 thoughts on “Hatta seorang pekedai kain…

  1. Tidakkah bermimpi terlalu tinggi mengharapkan kedai kain memainkan peranan itu – kedai buku pun tak termampu?

    • :) begitulah nampaknya, bermimpi tinggi-tinggi – tapi mungkin ini contoh pengalaman yang patut kita visikan mengenai hubungan peradaban kita dan buku?
      Mudah-mudahan pekedai buku di luar sana berasa segan dengan pekedai kain Simabi ni, hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>