Utopia

“Sayang, kautahu, kau di sini bukan sekadar melahirkan zuriatku, atau menguruskan rumahku. Kau di sini untuk menghirup madu, dari buku-buku.”

“Aku masih boleh mencuri waktu membaca di celah kewajipanku.”

“Lupakan itu untuk kali ini. Malam ini, tak perlu kaubuka gamismu, tetapi bukalah buku-buku. Zuriat kita, biar aku susukannya. Rumah ini, ‘kan kucarikan pembantu.”

“Kalau sesekali kurindu memasak dan mengurus rumah?”

“Waktu-waktu begitu, ketika kausibuk memotong daging, atau menyidai baju, seperti Manguel membacakan buku-buku untuk Borges, aku akan membacakan untukmu.”

6 thoughts on “Utopia

    • Pak Marsli, hal urusan titik-bengik harian sudah selalunya pasangan berbagi, tapi soal makanan jiwa dan minda, banyak yang melihat itu ‘kemewahan’ yang tak patut di kala sibuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>