Ulasan: Suasana Senja: Kumpulan Sajak 1995-2001

Judul: Suasana Senja: Kumpulan Sajak 1995-2001
Pengarang: Masuri S.N.
Penerbit: Angkatan Sasterawan 50, Singapura
Muka surat: 248

Puisi tidak memerlukan kata yang sensasi atau bombastik. Demikian tanggapan penulis selepas membaca karya Suasana Senja Kumpulan Sajak 1995-2001 oleh Masuri S.N yang memberi makna pandangan yang melatari kehidupan penyair dalam usia sekitar 70-an. Sebelum ini penyair Masuri SN telah menghasilkan lebih lapan kumpulan sajak peribadi sejak tahun 1958.

Karyanya ini memberi tanda-tanda pemikiran realistik terhadap kehidupan, merefleksi wawasan penyair terhadap diri sendiri secara ekpresif. Diterbitkan oleh Angkatan Sasterawan 50 Singapura pada tahun 2003 dengan muka surat 248 ini memperlihatkan beberapa ciri-ciri yang menarik ditanggapi kerana penyair Masuri SN sentiasa menunjukkan semangat pengkaryaan hingga kini. Selain faktor usia dan waktu sangat mempengaruhi karyanya kali ini.

Sajak menurut penyair adalah sesuatu yang meresap masa. Justeru, pembahagian sajak adalah berdasarkan tahun seperti berikut; i) Sajak-sajak Telah Diterbitkan (1995-2001), ii) Sajak Yang Kini Diterbitkan (1995-2001), iii) Koleksi 1999 (57 Kuntum Sajak) dan iv) Koleksi 2000 (46 Kumpulan Sajak).

Bagaimana penyair menyelami kehidupan bersama usia dan perubahan maka penyair telah menyaring isi-isi yang kecil, besar dan kompleks. Puisi-puisi dalam kumpulan ini mempelbagaikan bicara berkaitan suasana pengalaman, renungan peribadi dan pandangan yang sangat hampir dengan jiwa.

Sajak Menarik Diri merakamkan perihal kesepian diri yang disengajakan. Penyair menyatakan “Menarik sepi dari kesibukan/merapatkan diri kepada kesepian/benar ini menjadikan kita ke pinggiran/tak perlu meminta-minta perhatian./Menarik diri/yang sudah lanjut umur/merasa ditolak kehidupan/sekarang yang meriuh/bukan lagi tempat kita berteduh./Memikirkan begini/kehibaan apa yang masih tersembunyi dalam diri/yang terus wujud,”.

Pemikiran existentalisme atau aliran fikiran mengoreksi perihal dalaman diri yang sangat kompleks dan mempertanyakan soalan-soalan dasar. Ia terkandung pada beberapa puisi seperti Tidak Tahu Kita, Sendiri, Ketika Kau Kesukaran, Menunda-nunda, Saudaraku dan sebagainya. Sajak Sendiri menyatakan nilai ini “Pada permulaannya, siapapun berwajah manis/menyapa dan bertanya/ “ke mana dan kenapa/berdiri di tengah-tengah kota ”./Pada pertengahannya siapapun berwajah bengis/ “Peduli dan persetan tempat dan sebab/berdiri di pinggir-pinggir kota ”. /Pada akhirnya/siapa pun berwajah redup/menyendiri dan menyepi/Mencari-cari diri/kesibukan pulang/sendiri,sendiri”.

Lingkaran tema keagamaan juga mendasari sajak-sajak seperti Hari-hari Bersendiri, Singgah Sejenak, Kita Yang Tua-tua, Masa Ya Masa, Bukan Begitu, Doa, Niat dan lain-lain. Puisi berbentuk mengingatkan diri kepada Yang Masa Esa dan jalinannya dengan diri sendiri menunjukkan betapa usia yang ‘senja’ adalah puncak kepada muhasabah diri. Sajak Sesungguhnya menyatakan “sesungguhnya subuh menerapkan cahaya/kaki langit bersinar/matahari menerangi/menjadi kenal hidup dan mati/uatu pertemuan yang sudah dipahat./Tidak ada pertanyaan/bila pertemuan disatukan/atau mengatakan; bila aku ini bakal dimatikan./Semua perkiraan/bukan kita yang berhak/berbicara atau menelah,/itu di luar otakku/yang terbatas tidak pernah tahu/kecuali menemui-Mu/menetukan nasibku”.

Kemudian sajak-sajak yang lebih memperdalamkan kenyataan diri dengan perasaan atau fikiran yang berlegar seputar keresahan dan pencarian diri masih menjadi tema yang sesuai bagi Masuri SN sebagai penyair yang matang dan berpengalaman. Dan lazimnya sajak-sajak sebegini berunsur falsafah. Rangkap kedua sajak Berapa menyebutkan “Berapa resah/kejadian insan semula jadi/tidak ke mana-mana/makin membakar diri/yang terus kecewa”. Begitu juga pada Kelekatu “Kelekatu berterbangan/mengerumuni cahaya/tidak pernah tahu/apakah ada/bahaya, panas membahang/apakah ada/ketika tahu ketika terbang/terlanggar bara kehangusan dada/ketiadaan diri/bukan apa-apa/gugur bertaburan/menjadi debu/tak lagi ada kata-kata lain.”

Didaktisme atau nilai pengajaran yang terdapat dalam sajak-sajak Masuri SN sangat terserlah secara lansung lantaran penyair seorang yang terlibat dalam profesion perguruan. Antaranya dalam baris-baris awal sajaknya Upaya diturunkan; Setiap kita berdaya/menggerak kaki mengangkat tangan/berbuat dan bertindak/seupaya merebut/nama, pangkat/kekayaan kehormatan,/kerana dari pendidikan/yang kau terima/yang kau usahakan/dengan keupayaanmu…

Hampir kebanyakan sajak dalam kumpulan ini berbentuk ringkas, padat dan mendekati kepada dua bentuk sajak yang sudah dilazimi penyair pada kumpulan-kumpulan sajak lain sebelum ini iaitu berbentuk rangkap empat baris dan tidak mempunyai rangkap. Sifat pendek sebegini memberi pengertian kepada makna pandangan hidup dipadatkan dalam bentuk yang halus bentuknya.

Walau terdapat sajak-sajak yang prosaik iaitu menyerupai prosa dan ia sebenarnya satu kebiasaan yang berlaku kepada penyair-penyair berpengalaman setelah menulis beratus-ratus puisi. Di Barat ia tidak sukar untuk dilihat sajak-sajak berlandas sedemikian. Selain imejan yang digunakan sangat hampir dan begitu mesra dengan khalayak pembaca. Maka ia memang satu kesinambungan perjuangan sasterawan Asas 50 terkenal dengan slogan Seni Untuk Masyarakat.

Pandangan hidup dibentangkan ternyata tersusun bersesuaian dengan usia kepenyairan Masuri SN yang mungkin melepasi separuh abad. Namun penyair masih mengungguli peranan masa dalam garapan karya dan mengikuti perkembangan waktu dan secara tidak lansung ia seharusnya dijadikan bacaan untuk penulis-penulis muda yang sedang memupuk diri ke dalam dunia penulisan.

Mohd Fadzil Yusof

seorang penulis bebas yang menulis dalam genre puisi dan cerpen. Penulis pernah mengikuti Perkampungan Penulis Muda DBP Wilayah Utara pada Disember 2008 bertempat di Lenggong, Perak. Berpendidikan sarjana Muda Sains Kemanusiaan ( Bahasa Arab dan Kesusasteraan) daripada Universiti Islam Antarabangsa Malaysia dan kini bertugas kini di Sk ST Anthony, Teluk Intan, Perak.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com